SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI MY BLOG-----------SELAMAT DATANG DI MY BLOG-----------SELAMAT DATANG DI MY BLOG-----------SELAMAT DATANG DI MY BLOG-----------

Minggu, 21 Agustus 2011

Kebijakan Pemerintah Dalam Ekonomi Terbuka


Dalam perekonomian terbuka, masalah yg dihadapi suatu Negara menjadi lebih rumit, dan kebijakan yg perlu dirumuskan dan dilaksanakan pemerintah perlu difikirkan dengan lebih baik. Dalam perekonomian tertutup hanya dua masalah yg perlu dipikirkan pemerintah dalam merumuskan kebijiakan ekonominya. Yakni masalah pengangguran dan masalah inflasi. Sedang dalam perekonomian terbuka, disamping memperhatikan masalah tsb harus pula diperhatikan efek dari kebijakan pemerintah yg dirumuskan terhadap neraca pembayaran dan kestabilan kurs pertukaran. Deficit dalam neraca pembayaran akan menimbulkan efek buruk terhadap kurs pertukaran, dan pada akhirnya kedua masalah tersebut akan berpengaruh buruk terhadap masalah pengangguran dan kestabilan harga-harga.
Pada dasarnya masalah yg dihadapi oleh suatu perekonomian terbuka akan berbentuk salah satu dari empat masalah berikut:
1)      Perekonomian menghadapi masalah pengangguran, tetapi terdapat surplus dalam neraca pembayaran.
2)      Perekonomian menghadapi masalah inflasi tetapi terdapat surplus dalam neraca pembayaran.
3)      Perekonomian menghadapi masalah pengangguran dan disamping itu menghadapi masalah deficit dalam neraca pembayaran.
4)      Perekonomian menghadapi masalah inflasi dan disamping itu menghadapi masalah defisit dalam neraca pembayaran.
Dalam kasus 1) dan 2) neraca pembayaran adalah dalam keadaan menguntungkan (surplus), maka yg perlu difikirkan hanyalah mengatasi pengangguran dan inflasi.
Masalah yg dihadapi menjadi lebih rumit apabila bentuk masalah seperti di kasus 3) dan 4). Langkah-langkah yg biasa dilakukan pemerintah u/ mengatasi masalah pd kasus 3 adalah:

Kebijakan memindahkan perbelanjaan
yang dimaksud disini adalah langkah – langkah pemerintah mengatasi masalah deficit dalam neraca pembayaran, dengan mendorong pertumbuhan  export dan mengurangi impor serta mendorong konsumsi barang dalam negeri. Hal ini dapat dilakukan dengan cara:
a.       Melakukan pembatasan impor.
Ini dapat  dilakukan dengan menaikkan pajak impor (tarif). Disamping itu dapat pula dijalankan dengan menggunakan kuota dan melakukan kampanye cinta produk dalam negeri.
b.      Menekan (mengurangi penggunaan valuta asing)
Pemerintah melalui bank sentral mencatat penggunaan mata uang asing. Masyarakat dan para pengusaha harus menerangkan tujuan mereka membeli valuta asing. Pemerintah lebih mengutamakan penggunaan valuta asing u/ keperluan impor barang keperluan, bahan pokok dan bahan mentah sector industry dan tidak mendorong usaha mengimpor barang- barang mewah.
c.       Menurunkan nilai mata uang (devaluasi)
Langkah ini menyebabkan barang impor lebih mahal sehingga akan mengurangi frekuensi impor. Sebaliknya barang ekspor menjadi lebih murah di pasar luar negeri dan mengakibatkan permintaan ekpor meningkat.
v  Langkah-langkah yang akan dilakukan menambah ekspor u/ menambah  penerimaan valuta asing:
a)      Memberikan insentif fiscal dan moneter untuk menambah kegiatan dalam produksi barang ekspor. Insetif-insentif ini antara lain: membina kawasan perusahaan dan kawasan bebas pajak (free trade zone), memeberikan kemudahan pinjaman , atau memberi subsidi ekspor.
b)      Mewujudkan kestabilan upah dan harga.pertambahan export sangat tergantung kepada kemampuan ekspor Negara untuk bersaing diluar negeri. Salah satu factor yg menentukan kapasitas bersaing adalah biaya produksi yg rendah. Untuk memastikan biaya produksi tetap rendah, upah dan harga-harga barang dalam negeri perlu distabilkan.
c)       Menurunkan nilai valuta. Seperti telah diterangkan diatas menurunkan nilai valuta bukan hanya menurunkan volume impor tetapi juga akan menambah volume ekpor.


KEBIJAKAN PENGURANGAN PEMBELANJAAN
Yang dimaksud disini adalah langkah-langkah pemerintah u/ mengatasi masalah kekurangan dalam neraca pembayaran dengan mengurangi pembelanjaan agregat dan tingkat kegiatan ekonomi Negara. Hal ini dapat dilakukan apabila :
·         Perekonomian telah mencapai kesempatan kerja penuh dan disamping itu inflasi sudah terjadi.
·         Dalam perekonomian terdapat deficit yang berkepanjangan dalam neraca pembayaran
Kebijakan “mengurangi pembelanjaan” akan menurunkan impor , akan tetapi tidak mempengaruhi ekspor. keadaan seperti ini akan mewujudkan neraca pembayaran yg menguntungkan atau seimbang.
Hal-hal yg dilakukan dalam mengurangi pembelanjaan:
a)      Menaikkan pajak pendapatan. Dengan kenaikan pajak ini akan mengurangi pendapatan disposibel dan mengurangi konsumsi rumah tangga.
b)      Menaikkan suku bunga dan menurunkan penawaran uang. Tujuan ini dapat dicapai dengan menjalankan kebijakan moneter, misalnya dengan menaikkan tingkat cadangan minimum dan menaikkan suku bunga bank (suku diskonto). Pengurangan penawaran uang dan suku bunga yang tinggi akan mempengaruhi invetasi . keadaan ini selanjutnya akan mengurangi pengeluaran agregat.
c)       Mengurangi pengeluaran pemerintah . oleh karena pengeluaran pemerintah adalah sebagian dari pengeluaran agregat, maka pengurangan pengeluaran pemerintah otomatis akan  mengurangi   pengeluaran agregat. Langkah ini dan langkah yg dinyatakan dalam a) diatas digolongkan sebagai kebijakan fiscal.


DEVALUASI (PENURUNAN NILAI VALUTA)
Devaluasi biasanya dilakukan oleh Negara-negara yang menjalankan system kurs pertukaran tetap. Devaluasi adalah tindakan pemerintah yg menurunkan nilai mata uangnya terhadap valuta asing. Misalnya pada mulanya 1 dollar US sama dengan Rp 7.500 apabila kurs itu diubah pemerintah menjadi US $1= Rp 10.000 maka dapat dikatakan bahwa Indonesia telah mendevaluasi mata uangnya terhadap US. Dengan pertukaran kurs yang baru, dibutuhkan lebih banyak rupiah untuk memperoleh satu dolar US. Efek_efek yg mungkin akan ditimbulkan oleh devaluasi adalah:
a)      Ekspor akan bertambah  karena dipasar luar negeri barang menjadi lebih murah.
b)      Impor berkurang karena barang dari luar negeri menjadi lebih mahal.
c)       Kenaikan ekspor dan pengurangan impor memperbaiki neraca pembayaran.
d)      Pendatan nasional akan bertambah oleh karena ekspor naik sehingga meningkatkan permintaan produksi domestic, serta mendorong investasi dalam negeri.
e)      Kemungkinan inflasi berlaku , yaitu apabila kenaikan harga barang-barang impor akan ikut mendorong kenaikan harga produk domestic. Inflasi juga dapat terjadi apabila devaluasi dilakukan ketika perekonomian lagi booming. Ini disebabkan oleh kegiatan ekspor dan perkembangan kegiatan ekonomi lain seperti kenaikan upah buruh dan harga-harga oleh karena permintaan yang berlebihan.
f)       Di luar Negeri, Negara lain mungkin akan melakukan langkah balasan dengan menggunakan halangan perdagangan impor (yg dikenakan bagi ekspor Negara yg mendevaluasikan valutanya).

Syarat- syarat yg dibutuhkan u/ menyukseskan Devaluasi adalah:
·         Ekspor Negara itu elastic.  Maksudnya dengan menurunnya harga, permintaan ekpor akan meningkat dan sebaliknya.
·         Permintaan impor Negara itu elastic artinya karena mahalnya barang-barang impor, menjadikan harganya sulit terjangkau sehingga keputusan u/ mengimpor diurungkan.
·         Didalam negeri tidak terjadi inflasi. Apabila devaluasi mengakibatkan inflasi dalam negeri, barang buatan dalam negeri yg akan diekspor mengalami kenaikan harga, kenaikan harga lebih besar dari tingkat devaluasi
Negara tujuan ekspor tidak mengadakan reaksi balasan atas devaluasi yang dilakukan. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar